Saturday, March 7, 2009

Pengharapan

Dalam sebuah bencana kapal karam, seorang lelaki terdampar di pulau terpencil. Demi bertahan hidup, ia belajar memanfaatkan segala yang ada di pulau itu untuk dimakan. Bahkan dalam upaya melindungi diri, ia berhasil membangun gubuk untuk berteduh. Berbulan-bulan ia bertahan tanpa bantuan siapa pun. Suatu hari, ketika kembali dari berburu, ia mendapati gubuknya terbakar. Dengan badan lemas ia mengeluhkan nasibnya. Namun, ternyata justru dari situ datang pertolongan baginya: asap dari gubuk terbakar itu memberi tanda untuk datangnya kapal penolong.

Bayangkan, pada musim kering, dalam keadaan alam yang gersang ada suara burung gagak. Itu pertanda burung-burung itu mencium bau kematian. Mereka menanti seseorang mati diserbu ganasnya kekeringan, sehingga bangkainya siap disantap. Dan memang ada orang di sana. Elia namanya. Namun, skenario terbalik. Orang itu tidak mati dihajar musim kering yang dahsyat. Ia hidup, tetap minum dan makan. Dan yang paling aneh, burung-burung gagak bukan mau "memakannya", melainkan memberinya makan! Itulah cara unik Tuhan memelihara hamba-Nya. Pembawa bau kematian dijadikan-Nya pembawa harapan akan kehidupan.

Krisis global sekarang ini betul-betul seperti kekeringan yang melanda bumi. Mendatangkan kegersangan jiwa, kelaparan fisik, kepenatan hati, pengangguran, kemiskinan, dan ketakutan. Akan tetapi ingatlah, yang kita pandang buruk dapat menjadi alat Tuhan untuk mendatangkan kebaikan yang tak terduga. Pemeliharaan-Nya atas kita melampaui segala musim dan cuaca. Tetaplah percaya dan berusaha. Tiada yang mustahil bagi Dia -PAD
PENGHARAPAN MEMBARA DI DADA ORANG-ORANG YANG PERCAYA AKAN DIA

No comments: